Scroll untuk baca artikel
Jasa Website
PROPERTI

Pesta Kampanye Pemilu 2024 Resmi dimulai, Begini Dampaknya Bagi Sektor Properti Indonesia

Admin Redaksi
43
×

Pesta Kampanye Pemilu 2024 Resmi dimulai, Begini Dampaknya Bagi Sektor Properti Indonesia

Sebarkan artikel ini
57 / 100

NasionalismeNews.com, Jakarta – Sudah menjadi rahasia umum di masyarakat bila pesta demokrasi di Indonesia kerap diidentikkan dengan suasana ketidakpastian di kalangan para pelaku bisnis, tak terkecuali dari sektor properti. Ketidakpastian ini umumnya terkait situasi keamanan maupun rencana kebijakan dan komitmen dari para calon yang ikut berkontestasi pada even 5 tahunan tersebut.

Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia mengatakan bahwa para investor dan pembeli properti cenderung untuk menunda keputusan bisnis mereka menjelang pemilihan umum.

Ferry mencontohkan pada sektor perkantoran, misalnya. Secara umum sektor ini memang tidak terlalu berpengaruh dari potensi ketidakstabilan politik. Namun, di kalangan pemilik atau pengembang properti perkantoran, kekhawatiran terbesar adalah apakah hasil dari pemilu ini akan berpengaruh pada perubahan regulasi, terutama yang terkait dengan proyek konstruksi yang sedang berlangsung.

Meskipun hasil pemilihan tidak menentukan nasib kondisi pasar akan tetapi pemilihan ini mempengaruhi sentimen secara keseluruhan. Setelah pemilihan, diharapkan pembeli properti akan dapat kembali melanjutkan aktivitas dan menghidupkan pasar,” ujar Ferry dalam keterangannya, Senin (27/11).

Karenanya, sebut Ferry, pelaku bisnis cenderung untuk mengambil pendekatan ‘wait and see’, atau memastikan proyek pembangunan berjalan lancar, dan segera membuat keputusan saat sudah ada kepastian dari hasil pemilihan umum.

Tak berbeda dengan sektor industrial, para investor dan perusahaan saat ini masih berusaha untuk mempercepat penyelesaian proyek-proyek yang ada untuk mengejar target sebelum pemilihan umum. Jika ada pekerjaan proyek yang terkait kerjasama dengan pemerintah, pelaku bisnis cenderung akan wait and see.

“Kekhawatiran muncul jika ada kebijakan baru dianggap tidak menarik bagi sektor bisnis yang berpotensi menurunkan minat investasi,” imbuh Ferry.

Iklim politik juga dapat memengaruhi keputusan strategis bagi pemain baru (retailer) di pasar ritel, terutama retailer asing, yang memiliki kekhawatiran terhadap potensi perubahan regulasi.

“Berdasarkan temuan kami, terlihat para pengusaha ritel cenderung ingin agar proyek-proyek mereka dapat diselesaikan sebelum pemilihan umum dan pergantian kepemimpinan. Hal ini agar keberlangsungan proyek bisa menjadi lebih pasti. Dari sudut pandang retailer, inisiatif ekspansi tetap tidak terpengaruh selama mereka menilai lokasi tersebut sesuai dan menjanjikan,” jelasnya.

Pada sektor hotel, sebatian besar pelaku bisnis hotel berharap bahwa pemilihan ini akan selesai dalam satu putaran, dengan demikian diharapkan pelaku industri hotel bisa lebih fokus pada pasar bisnis lain yang memberikan kontribusi pendapatan yang lebih signifikan.

Hotel bisnis, terutama bintang empat dan lima di Jakarta, dinilai akan lebih selektif dalam mengakomodir kegiatan terkait acara politik selama pemilihan umum 2024.

Berkaca pada kondisi beberapa tahun terakhir, pasar hunian untuk ekspatriat umumnya tidak terpengaruh secara langsung dengan adanya pemilihan umum.

Seperti halnya dengan pasar industrial dan ritel, kekhawatiran biasanya muncul karena adanya potensi regulasi dapat saja berubah saat pemerintahan bertransisi.

“Oleh karena itu, dampak pada pasar sewa hunian bagi pekerja asing mungkin dapat terasa setelah pemilihan umum selesai dan kebijakan baru diterapkan,” katanya.

Sementara untuk pasar apartemen di tahun 2024 masih akan menghadapi tekanan akibat beberapa faktor, termasuk faktor alamiah dari pemilihan umum menyebabkan ketidakpastian, sehingga membuat investor memilih untuk mengamati kondisi.

Tingginya tingkat suku bunga yang berkelanjutan, ,memungkinkan kontribusi pada potensi kenaikan suku bunga hipotek. Penurunan jumlah investor yang memilih apartemen sebagai bentuk investasi. Serra preferensi masyarakat Indonesia yang lebih memilih rumah tapak daripada apartemen.

Jasa Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *