NasionalismeNews.com – Jakarta, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi industri nasional pada 2026.
Program akselerasi ini difokuskan pada peningkatan nilai tambah, digitalisasi manufaktur, serta penguatan industri berbasis teknologi tinggi.
Dalam konferensi pers resmi, jajaran Kementerian Perindustrian menyampaikan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah menargetkan kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus meningkat melalui hilirisasi dan investasi strategis.

Strategi utama mencakup pengembangan industri berbasis energi terbarukan, penguatan industri otomotif listrik, serta percepatan implementasi Industri 4.0.
Program Making Indonesia 4.0 kembali menjadi landasan transformasi teknologi dengan mendorong integrasi kecerdasan buatan dan otomasi produksi.
Para analis ekonomi menilai kebijakan ini penting untuk menjaga daya saing Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Diversifikasi pasar ekspor serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor krusial dalam memastikan keberlanjutan pertumbuhan industri nasional.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan, transformasi industri diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan ekspor nasional secara berkelanjutan.
Red. 14/02/2026 – 13.04 WIB.