Serangan Drone Israel ke Kamp Pengungsi Palestina Tewaskan Dua Warga Sipil
Serangan Drone Israel ke Kamp Pengungsi Palestina kembali menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Dua warga Palestina dilaporkan tewas setelah serangan udara terbaru menghantam wilayah padat penduduk di Jalur Gaza pada Sabtu (21/2).
NasionalismeNews.com – Serangan tersebut terjadi di tengah upaya diplomatik internasional yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan ketegangan. Namun situasi di lapangan justru menunjukkan eskalasi kekerasan masih terus berlangsung.
Menurut laporan kantor berita WAFA, serangan drone menyasar kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara serta kawasan Qizan Al-Najjar di selatan Khan Younis. Kedua wilayah tersebut dikenal sebagai area dengan kepadatan penduduk tinggi dan menjadi tempat tinggal ribuan pengungsi Palestina.
Akibat serangan tersebut, dua warga sipil dinyatakan meninggal dunia setelah proyektil menghantam area permukiman.
Dampak Serangan Drone Israel ke Kamp Pengungsi Palestina di Gaza
Data terbaru menunjukkan bahwa Serangan Drone Israel ke Kamp Pengungsi Palestina menjadi bagian dari rangkaian operasi militer yang terus berlanjut sejak konflik memuncak pada 2023.
Otoritas kesehatan di Gaza mencatat sedikitnya 614 warga Palestina tewas sejak kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan pada Oktober tahun lalu. Selain itu, lebih dari 1.600 orang mengalami luka-luka akibat serangan udara dan artileri.
Jumlah korban keseluruhan sejak awal konflik bahkan telah melampaui 72 ribu jiwa. Mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, yang tinggal di kawasan padat penduduk.
Tidak hanya korban jiwa, dampak kemanusiaan juga terlihat dari banyaknya bangunan yang hancur. Ratusan jenazah dilaporkan masih tertimbun di bawah reruntuhan karena sulitnya proses evakuasi.
Kronologi Serangan Drone Israel ke Kamp Pengungsi Palestina
Militer Israel Defense Forces menyatakan serangan dilakukan untuk menargetkan fasilitas yang disebut sebagai pusat aktivitas kelompok militan Hamas.
Menurut pernyataan resmi, lokasi yang dihantam diduga digunakan sebagai pusat komando yang dinilai mengancam keamanan Israel. Namun pihak Hamas membantah klaim tersebut dan menyebut serangan justru menghantam fasilitas sipil.
Hamas menilai tuduhan Israel tidak berdasar dan hanya menjadi dalih untuk melanjutkan operasi militer di wilayah yang dihuni warga sipil.
Serangan Meluas hingga Kamp Pengungsi di Lebanon
Selain di Gaza, laporan dari kantor berita internasional Agence France-Presse menyebutkan serangan serupa juga terjadi di Lebanon.
Drone Israel dilaporkan menyerang kawasan kamp pengungsi Ain al-Helweh di pinggiran kota Sidon pada Jumat (20/2). Kamp tersebut merupakan yang terbesar bagi pengungsi Palestina di Lebanon dan telah berdiri sejak 1948.
Otoritas setempat menyatakan dua orang tewas dalam insiden tersebut. Saksi mata juga melaporkan terlihat asap tebal membumbung dari bangunan yang terkena serangan, sementara tim medis berupaya mengevakuasi korban.
Kekhawatiran Internasional dan Dampak Kemanusiaan
Serangan terbaru ini memicu kekhawatiran global karena dianggap dapat memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan. Banyak pihak menilai operasi militer di area padat penduduk berpotensi menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar.
Organisasi internasional pun mendesak semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
Situasi di Gaza saat ini dinilai masih sangat rapuh. Ribuan warga hidup dalam kondisi darurat dengan keterbatasan akses terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.
laporan konflik Gaza terbaru
Link:
https://www.un.org
Red. 21/02/2026 – 21.34 WIB.