Lutim. NasionalismeNews – TK Negeri Pembina Malili, Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, berpartisipasi dalam kegiatan berbagi sembako di Bulan Suci Ramadan, Jumat (27/02/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan menyerahkan langsung bantuan kepada para penerima manfaat.
Pembagian sembako tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kabupaten Luwu Timur, Ny. dr. Ani Nurbani Irwan, yang secara langsung menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat.
Sebelum menyampaikan sambutannya, Bunda PAUD terlebih dahulu bercengkrama dengan siswa-siswi TK Negeri Pembina Malili yang telah lama menantikan kehadirannya.
Suasana penuh kehangatan dan keceriaan pun terlihat saat para siswa dan penerima manfaat menyambut kedatangan Bunda PAUD. Anak-anak tampak antusias dan bahagia bisa bertemu serta berinteraksi langsung.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD menyampaikan bahwa kegiatan berbagi kepada sesama memiliki nilai pahala yang sangat besar, terlebih lagi jika dilakukan di bulan suci Ramadan.
Ia mengapresiasi inisiatif sekolah yang telah menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan kepada anak-anak sejak usia dini.
Kepala Sekolah TK Negeri Pembina Malili, Harjuliani, S.Pd AUD., M.Si., yang akrab disapa Bu Nani menjelaskan bahwa, kegiatan berbagi ini merupakan program sekolah sebagai wadah penanaman nilai moral kepada peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat berbagi terhadap sesama sejak dini. Jadi anak-anak bisa memiliki rasa peduli dan memahami secara langsung makna berbagi, apalagi di bulan Ramadan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Jadi kegiatan ini biar anak-anak bisa punya rasa peduli sejak dini. Dan juga sebagai bentuk syukur kita kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan dalam hidup kita,” jelasnya saat ditemui di kantornya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 40 paket sembako dibagikan kepada siswa-siswi yatim di TK Negeri Pembina Malili serta masyarakat sekitar sekolah. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, satu kaleng susu, dan enam bungkus mi instan.
Bu Nani juga mengungkapkan bahwa paket sembako yang dibagikan berasal dari sumbangan sukarela orangtua siswa dan peserta didik sesuai kemampuan masing-masing.
“Sumbangan ini murni sukarela dari murid-murid dan orangtua. Alhamdulillah tanpa ada paksaan atau batasan minimum, semuanya seikhlas dan semampunya saja,” terangnya.
Beliau bersyukur karena anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, bahkan ikut serta dalam proses pembagian sembako kepada penerima manfaat.
“Alhamdulillah anak-anak sangat senang. Mereka semangat sekali ikut membagikan sembako kepada penerima,” tutup Bu Nani dengan wajah berbinar. (*)