Scroll untuk baca artikel
Jasa Website
HUKUM & KRIMINAL

ASPEK Luwu Timur tanggapi aksi Mogok Kerja karyawan MGM MEM Sorowako

Nasionalisme News
287
×

ASPEK Luwu Timur tanggapi aksi Mogok Kerja karyawan MGM MEM Sorowako

Sebarkan artikel ini
4 / 100

NasionalismeNews.Com.Luwu Timur_Towuti- Ratusan pekerja PT. Minja Global Mandiri (MGM) yang bekerja di departement MEM PT. Vale Indonesia Sorowako bersama para aktivis buruh Luwu Timur melakukan aksi mogok kerja dan demonstrasi di pertigaan Enggano sejak rabu (11/10/2023),

Menuntut perbaikan kesejahteraan. Karyawan menggelar aksi karena menilai terjadi perbedaan mendasar dari pendapatan perbulan yang diterima (take home pay) akibat kebijakan Perusahaan PT. MGM yang berlokasi di Sorowako

Aksi mogok kerja tersebut telah berlangsung selama seminggu. Ada 3 point tuntutan dari peserta mogok kerja ini yaitu upah pokok yang berkeadilan dengan adanya tunjangan hadir, premi shift bagi pekerja shift serta transportasi bus untuk karyawan berdomisili Malili.
Alasan pihak PT. MGM tidak bisa memenuhi tuntutan dari karyawan karena tidak diatur dalam kontrak kerja antara PT. MGM dengan PT. Vale Indonesia. “Kami tidak bisa memberikan uang hadir, premi shift serta menyediakan bus untuk karyawan yang berdomisili Malili, karena tidak diatur dalam kontrak PT. Vale dengan PT. MGM” ujar sumber informasi tersebut.
Saat ditemui tim media, ketua Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Luwu Timur, Rustan Abbas ikut menanggapi aksi mogok kerja ini. “Mogok kerja itu terjadi karena negosiasi kedua belah pihak telah mengalami kebuntuan atau gagalnya sebuah perundingan antara pihak pekerja/serikat pekerja dan pengusaha. Jadi mesti dibuka jalur untuk terlibatnya secara aktif pihak ketiga dan lainnya. Misalnya Dinas Ketenagakerjan dan Transmigrasi Luwu Timur, Kepala daerah Lutim, DPRD Lutim dan atau pemberi kerja dalam hal ini PT. Vale Indonesia. Ujar Rustan. Sebagai wadah berhimpun Serikat pekerja, aktivis buruh pengurus serikat pekerja dan pekerja di Luwu Timur, ASPEK Luwu timur tentu prihatin dengan adanya aksi mogok kerja yang berlarut-larut seperti ini. Ini membuktikan bahwa Hubungan industrial ketenagakerjaan di Luwu Timur sedang tidak baik-baik saja. Makanya semua pihak terkait sebaiknya memperbaiki ini.
“Menurut kami, jalur negosiasi dan komunikasi harus dibuka lebar. Konsepnya adalah cukup dipilah bagian tuntutan karayawan yang masuk kategori normatif dan bukan normatif. Jika itu normatif, maka kedua belah pihak harus mengikuti. Jika bukan normatif maka itulah yang dinegosiasikan. Namun jika membahas bukan normatif harus punya referensi yang jelas baik yang sudah tertuang dalam aturan atau kontrak dibidang lain/perusahaan lainnya atau kebijakan lain yang sudah berjalan. Misalnya kebijakan pemberi kerja atau PKB PT. Vale. Bukan hanya kontrak kerja antara PT. MGM dan PT. Vale saja yang jadi referensinya, maupun dilihat dari aspek lainnya seperti apakah karyawan kontraktor lainnya bisa disiapkan bus ?, apakah di PKB Vale diatur tentang premi shift, apakah ada perusahaan yang kontrak dengan PT. Vale yang memberlakukan uang hadir, bagaimana mereka membuat struktur skala upahnya, apakah perusahaan refrensi tersebut memiliki aturan perusahaan/PKB serta struktur dan skala upah yang terdaftar di disnaker Lutim ? Hal ini harus dibicarakan secara terbuka dan transparan, kalau perlu libatkan pimpinan tertinggi dari perusahaan baik PT. MGM maupun PT. Vale. Dengan harapan ada kebijakan yang bisa didapatkan. Pihak karyawan pun mesti membuka diri untuk melihat semua sisi secara objective”. Karena setiap keputusan yang dihasilkan harus didasarkan pandangan dari berbagai aspek”.

    ASPEK Luwu Timur tanggapi aksi Mogok Kerja karyawan MGM MEM Sorowako
  • Kami melihat beberapa tahun terakhir ini PT. Vale sudah menunjukkkan nilai-nilai hubungan industrial yang sangat baik. Karyawan kontraktor tertentu sudah bisa menaiki bus Vale berangkat dan dari tempat kerja, bisa menikmati lunch gratis di kantin Vale, semua karyawan baik vale dan kontraktor memiliki hak yang sama dalam proses open talk dan safety dialog, memiliki peluang yang sama untuk berkarir, berkompetisi dan mengembangkan diri di PT. Vale, semua pihak punya hak dan kewajiban yang sama dalam kesehatan dan keselamatan kerja serta berbagai capaian-capain hubungan industrial yang harmonis lainnya. Ini perlu kita hargai dan jaga, jangan sampai hanya karena adanya aksi mogok kerja ini semua hal tersebut akan tercoreng. Jadi semua pihak harus terlibat agar aksi mogok kerja ini segera berakhir dengan kesepakatan yang dapat diterima semua pihak. “ Peduli ki’, saya jagaki’ Jelas Rustan Abbas

(**)

Jasa Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *