Tanah bergerak Desa Padasari Tegal menyebabkan ratusan rumah warga rusak parah setelah pergeseran tanah terjadi secara tiba-tiba pada Senin malam (2/2/2026). Bencana yang melanda wilayah Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini membuat warga panik dan terpaksa mengungsi demi keselamatan.
NasionalismeNews.ocm – Bencana tanah bergerak kembali melanda wilayah Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam, 2 Februari 2026, menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan serius, bahkan sebagian terbelah akibat pergerakan tanah yang terjadi secara tiba-tiba.
Warga mengaku kejadian tersebut berlangsung cepat dan menimbulkan kepanikan. Banyak keluarga tidak bisa beristirahat karena khawatir bangunan tempat tinggal mereka ikut roboh. Getaran tanah disertai suara retakan bangunan membuat masyarakat memilih mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.
Kerusakan Meluas Hingga Fasilitas Publik
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan dampak bencana tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga meluas hingga berbagai fasilitas umum. Sekolah, musala, dan sejumlah bangunan layanan masyarakat dilaporkan terdampak.
Salah satu kerusakan terparah terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Al-Adalah. Hampir seluruh bangunan di kompleks pendidikan tersebut roboh akibat tanah yang ambles. Video detik-detik runtuhnya bangunan ponpes sempat beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Saat ini kondisi di lokasi ponpes terlihat sepi. Hanya beberapa orang yang berjaga dan berusaha menyelamatkan barang yang masih tersisa. Akses menuju area tersebut juga lumpuh karena jalan utama desa amblas sehingga hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.

Warga Ceritakan Awal Kejadian
Seorang warga setempat, Mustofa, mengatakan tanah mulai bergerak ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada malam kejadian. Ia menegaskan tidak ada tanda-tanda sebelumnya.
Menurutnya, peristiwa kali ini merupakan yang terburuk dibandingkan kejadian serupa beberapa tahun lalu. Tanah bergerak lebih cepat dan area terdampaknya jauh lebih luas.
Ia juga menyampaikan seluruh santri Pondok Pesantren Al-Adalah, yang berjumlah sekitar 526 orang, telah dievakuasi ke lokasi aman, termasuk ke ponpes lain dan sekolah terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Data Kerusakan dan Pengungsi
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Tegal menyebutkan hingga pertengahan pekan, setidaknya 140 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat. Selain itu, sekitar 725 warga dari dua dukuh terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Para pengungsi tersebar di berbagai tempat, mulai dari rumah kerabat hingga posko darurat. Posko utama logistik berada sekitar satu kilometer dari titik kerusakan paling parah.
Selain permukiman, kerusakan juga terjadi pada infrastruktur penting, seperti jalan desa dan kabupaten, jembatan, serta bendung irigasi. Bahkan bangunan balai desa dilaporkan mengalami kerusakan setelah tanah di bawahnya ambles.
Tanah Bergerak Desa Padasari Tegal, Ratusan Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
Bencana tanah bergerak Desa Padasari Tegal kembali mengguncang warga di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam (2/2/2026) itu menyebabkan ratusan rumah mengalami kerusakan serius hingga sebagian bangunan terbelah akibat pergeseran tanah.
Warga mengaku kejadian berlangsung sangat cepat dan tanpa tanda-tanda awal. Banyak keluarga panik dan tidak bisa tidur karena khawatir rumah mereka ikut roboh sewaktu-waktu.
Bencana tanah bergerak Desa Padasari Tegal kali ini disebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah Turun Tangan
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung lokasi pengungsian beberapa hari setelah kejadian. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah provinsi menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, dan dana penanganan bencana.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, juga hadir untuk melihat kondisi warga. Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.
Wapres meminta warga tidak kembali ke rumah sebelum kondisi dinyatakan aman karena tanah masih labil. Ia juga menjamin pengurusan dokumen penting yang hilang akibat bencana akan dipercepat oleh instansi terkait.
Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Pemerintah memastikan kebutuhan medis, logistik, dan layanan kesehatan tersedia selama 24 jam di lokasi pengungsian.
Harapan Pemulihan Cepat
Meski kondisi masih memprihatinkan, pemerintah optimistis proses penanganan darurat dan pemulihan dapat berjalan cepat. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis rawan longsor. Pemerintah daerah kini tengah melakukan kajian teknis untuk menentukan langkah penanganan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.
Red. 15/02/2026 – 16.32 WIB.