NasionalismeNews.com – Tokyo – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Japan akan menyelenggarakan HIPMI Japan Business Forum & Inauguration pada 22–24 Januari 2026 di Tokyo, Kawasaki, dan Ibaraki, Jepang. Kegiatan ini mengusung tema “Strengthening Indonesia-Japan Partnership: Paving the Way for Future Business Collaboration Aiming SDGs” sebagai upaya memperkuat kerja sama strategis kedua negara, khususnya di sektor energi terbarukan dan transformasi hijau (Green Transformation/GX).
HIPMI Japan dibentuk sebagai wadah pengusaha muda Indonesia di Jepang untuk mempercepat arus investasi dua arah, menghubungkan inovasi teknologi Jepang dengan potensi pasar Indonesia, serta mendorong kolaborasi bisnis yang berkelanjutan. Forum ini diharapkan menjadi platform strategis yang mempertemukan investor, pelaku usaha, akademisi, dan regulator dari Indonesia dan Jepang.
Rangkaian kegiatan akan berlangsung selama tiga hari. Pada 22 Januari 2026, peserta akan mengikuti factory tour ke fasilitas energi terbarukan terkemuka di Jepang, yakni JRE Kamisu Biomass Power Station berkapasitas 50 MW serta Tachibana Waste to Energy Plant, yang mengolah sampah menjadi energi listrik dengan teknologi modern. Kunjungan ini menjadi sarana studi banding penerapan teknologi energi bersih yang telah berjalan di Jepang.
Puncak acara digelar pada 23 Januari 2026 dengan agenda Pelantikan Pengurus HIPMI Japan periode 2025–2028. Acara ini direncanakan dihadiri oleh pejabat tinggi KBRI Tokyo, BKPM, Kementerian ESDM, Badan Pengurus Pusat HIPMI, serta mitra strategis dari Jepang. Pada hari yang sama, Business Forum akan mempertemukan investor hijau dan pengusaha dengan fokus pada energi terbarukan, disertai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara HIPMI dan sejumlah asosiasi di Jepang serta networking party.
Masih di hari yang sama, akan digelar Panel Diskusi Peluang Energi Terbarukan dengan topik utama “Solusi Krisis Sampah & Listrik Indonesia”. Diskusi ini membahas peluang investasi dan implementasi teknologi Waste to Energy (WTE) di Indonesia, termasuk pembahasan teknologi pembangkit listrik Jepang bersama para praktisi, skema pendanaan Public-Private Partnership (PPP), serta aspek regulasi seperti penanaman modal asing, tipping fee, dan feed-in tariff bersama BKPM, Kementerian ESDM, dan PLN.
Rangkaian acara ditutup pada 24 Januari 2026 melalui sesi Renewable Energy Insight by Expert yang menghadirkan Associate Professor Muhammad Aziz dari Institute of Industrial Science, University of Tokyo, sebagai keynote speaker. Sesi ini akan mengulas peta jalan transisi energi, teknologi energi masa depan, pemanfaatan amonia untuk pembangkit listrik bebas karbon, serta strategi pencapaian Net Zero Emission Indonesia.
Melalui kegiatan ini, HIPMI Japan menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan kolaborasi strategis Indonesia–Jepang, mendorong investasi berkelanjutan, serta berkontribusi nyata dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Red. 12/28/2025.
